Batavia Air Kembali ke Semarang Setelah Mengudara 20 Menit

•June 6, 2007 • Leave a Comment

06/06/2007 15:55 WIB
Batavia Air Kembali ke Semarang Setelah Mengudara 20 Menit
Triono Wahyu Sudibyo – detikcom

Semarang – Pesawat Batavia Air jurusan Semarang-Jakarta tak bisa mendarat di Bandara Soekarno-Hatta (Cengkareng). Saat hendak landing, alat pemancar sinyalnya diketahui rusak. Pesawat itu pun terpaksa balik ke Bandara Ahmad Yani Semarang (return to base).

Pesawat dengan nomor penerbangan 311 itu berangkat dari Semarang pukul 10.50 WIB dengan membawa 85 penumpang. Ketika berangkat, semua alat sudah dipastikan dalam kondisi bagus. Setelah 20 menit mengudara, pesawat ini sudah sampai di langit Jakarta. Namun, karena transponder tidak terdeteksi radar di Cengkareng, pesawat pun tak bisa mendarat.

“Saat hendak landing, ternyata alat pemancar sinyal di pesawat diketahui rusak. Karena itu, pilot batal landing di Bandara Cengkareng,” kata Office In Charge Bandara (OIC) Ahmad Yani Semarang, Budi Iantono, kepada detikcom melalui ponselnya, Rabu (6/6/2007).

Budi mengatakan karena alat pemancar sinyal rusak, pihak bandara dipastikan tidak bisa menerima sinyal pesawat. Akibatnya, otoritas bandara tidak mengizinkan pesawat landing.

Budi menambahkan tidak ada kepanikan saat pesawat batal landing. Pasalnya, kondisi pesawat memang tidak mengalami gangguan. “Mesinnya bagus. Hanya alat pemancar sinyalnya saja yang trouble. Tidak masalah kok,” jelas dia.

Setiba di Semarang, pesawat segera dicek. Setelah diperbaiki, pesawat berangkat lagi dengan nomor penerbangan 316 pada pukul 11.50 WIB. Satu jam kemudian, pesawat sudah balik ke Semarang. (try/asy)

Garuda Sangkal GA 302 Nyaris Tabrakan di Cengkareng

•May 16, 2007 • Leave a Comment

16/05/2007 10:08 WIB
Garuda Sangkal GA 302 Nyaris Tabrakan di Cengkareng
Rafiqa Qurrata A – detikcom

Jakarta – Garuda Indonesia membantah pesawat GA 302 jurusan Jakarta-Surabaya di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Tangerang, nyaris tabrakan dengan pesawat lain yang tengah landing.

Pesawat itu memang mengalami delay dan hal itu disebabkan karena gangguan teknis di peralatan kokpit pesawat.

Demikian penjelasan Kepala Komunikasi Eksternal Garuda Indonesia Singgih Handoyo kepada detikcom pukul 09.45 WIB, Rabu (16/5/2007).

“Ketika itu pilot melihat ada gangguan pada peralatan kokpit bernama Attention Direction Indicator (ADI) atau indikasi posisi horizontal pesawat,” kata Singgih.

Gangguan terjadi saat pesawat Boeing 737-400 itu melakukan taxying atau berjalan pelan-pelan meninggalkan belalai.

“Karena terjadi gangguan, akhirnya pesawat kembali ke apron atau tempat parkir pesawat. Di situ kerusakan diperbaiki selama 15 menit,” tutur Singgih.

Menurut Singgih, penumpang telah mendapat penjelasan soal delay itu. 118 Penumpang saat ini sudah berada dalam pesawat yang sama dan take-off sejak pukul 08.45 WIB.

“Sebentar lagi juga sampai di Surabaya,” kata Singgih.

Sebelumnya, seorang penumpang GA 302 yang enggan disebut namanya pada detikcom menyatakan, penerbangan ditunda karena pesawat mengalami kerusakan navigasi. “Tapi tadi sempat pilotnya hampir take off dan karena mungkin kurang koordinasi dengan base pesawat, hampir tabrakan dengan pesawat lain yang sedang landing,” ujarnya pukul 07.45 WIB. (fiq/nrl)

Pesawat Air Asia Delay 2 Jam Gara-gara Ban Kempes

•May 16, 2007 • Leave a Comment

07/03/2007 16:22 WIB

Khairul Ikhwan – detikcom

Medan – Pesawat Asia Air QZ 7507 jurusan Medan-Jakarta mengalami delay selama 2 jam. Penyebabnya, salah satu ban pesawat diketahui kempes saat akan berangkat.

Sedianya pesawat tersebut akan terbang menuju Jakarta dari Bandara Polinia Medan pukul 13.25 WIB, Rabu (7/3/2007). Namun saat dilakukan pengecekan akhir, salah satu ban pesawat diketahui kempes.

“Menurut peraturannya ban tersebut memang harus diganti,” kata administrator Bandara Polonia, Yuli Santoso.

Saat diukur, tekanan udara ban tersebut hanya 170 psi. Padahal seharusnya tekanan udara ban pesawat adalah 200 psi.

Akhirnya ban pesawat Air Asia tersebut diganti dengan ban milik Garuda Maintenance Facilities di Bandara Polonia. Namun proses otorisasinya membutuhkan waktu sekitar 2 jam. Setelah ban terpasang, pesawat tersebut lepas landas sekitar pukul 15.25 WIB.(djo/nrl)

Garuda Jakarta-Surabaya Ditunda, Penyebab Belum Jelas

•May 16, 2007 • Leave a Comment

16/05/2007 09:12 WIB
Garuda Jakarta-Surabaya Ditunda, Penyebab Belum Jelas
Rafiqa Qurrata A – detikcom

Jakarta – Penerbangan pesawat Garuda Indonesia nomor GA 302 tujuan Jakarta-Surabaya ditunda satu jam, Rabu (16/5/2007). Penyebabnya belum pasti, simpang siur.

Pesawat itu harusnya berangkat dari Bandara Cengkareng pada pukul 07.00 dan tiba di Bandara Juanda pukul 08.15 WIB. Pesawat GA 302 merupakan pesawat Boeing jenis 737-400 dengan nomor registrasi PK-GZH.

Levi, petugas call center Garuda membenarkan GA 302 mengalami penundaan penerbangan. “Itu delay dari airport, kami tidak tahu alasan pastinya,” katanya pada detikcom pukul 08.50 WIB.

Menurutnya, pesawat saat ini telah terbang pada pukul 08.45 dan akan tiba di Surabaya pada pukul 10.00 WIB

Sementara petugas OIC Bandara Cengkareng mengaku tidak mengetahui adanya delay itu. “Belum ada laporan,” katanya seraya menambahkan bahwa gangguan kecil adalah hal biasa yang tak perlu dibesar-besarkan.

Sementara itu, seorang penumpang GA 302 yang enggan disebut namanya pada detikcom menyatakan, penerbangan ditunda karena pesawat mengalami kerusakan navigasi. “Tapi tadi sempat pilotnya hampir take off dan karena mungkin kurang koordinasi dengan base pesawat, hampir tabrakan dengan pesawat lain yang sedang landing,” ujarnya pukul 07.45 WIB.

Namun petugas keberangkatan Bandara Cengkareng menyangkal hal itu. “Tidak mungkin akan terjadi tabrakan, tidak ada apa-apa,” katanya seraya menyarankan untuk menghubungi flight operation Garuda.

Sedangkan Kepala Komunikasi Eksternal Garuda Indonesia, Singgih Handoyo, menyatakan akan mengecek hal itu. “Nanti Anda akan saya hubungi balik,” katanya pada detikcom. (fiq/nrl)

Citilink Surabaya-Balikpapan Delay 5 Jam, Penumpang Dialihkan

•May 16, 2007 • Leave a Comment

07/05/2007 10:16 WIB
Citilink Surabaya-Balikpapan Delay 5 Jam, Penumpang Dialihkan
Ken Yunita – detikcom

Surabaya – Penerbangan pesawat Citilink Garuda Indonesia rute Surabaya-Balkpapan mengalami penundaan. Tak tanggung-tanggung, pesawat delay hingga 5 jam.

Menurut salah satu penumpang yang enggan disebut namanya, seharusnya pesawat yang ditumpanginya take off Senin (7/5/2007) pukul 07.40 WIB. Namun penerbangannya ditunda hingga pukul 12.40 WIB.

“Katanya pesawat masih ada di Batam, ada gangguan. Padahal pesawat itu masih harus ke Jakarta dulu,” kata penumpang itu kepada detikcom pukul 09.45 WIB.

Jelas hal itu membuat kesal para calon penumpang pesawat tersebut. Mereka meminta Garuda mengganti dengan pesawat lain.

“Akhirnya diusahan pakai Lion Air dan Sriwijaya. Saya akhirnya dapat Sriwijaya dan sudah mau boarding nih,” kata penumpang tersebut.

Penumpang tersebut menyesalkan jumlah armada Citilink cuma 2 unit. “Saya baru tahu kalau armadanya cuma 2, kok kayak gitu dapat izin sih?” keluhnya. (ken/nrl)

Penumpang Garuda ‘Noise’ Terbang ke Singapura dengan Silk Air

•May 16, 2007 • Leave a Comment

04/05/2007 12:12 WIB
Penumpang Garuda ‘Noise’ Terbang ke Singapura dengan Silk Air
Irawulan – detikcom

Surabaya – Penumpang pesawat Garuda GA 842 tujuan Singapura yang mengalami gangguan noise di kokpit sehingga harus return to base di Bandara Juanda, akhirnya dialihkan ke pesawat Silk Air pukul 10.30 WIB, Jumat (4/5/2007).

Hanya saja dari 47 penumpang yang sempat diistirahatkan di ruang tunggu Garuda di Bandara Juanda, Surabaya, Jawa Timur, yang berangkat ke Singapura hanya 44 orang. Sedangkan 3 lainnya batal.

“Tiga orang tidak jadi ikut berangkat. Mereka rencananya berobat ke Singapura karena sakit. Tapi karena di Silk Air fasilitas untuk orang sakit tidak lengkap, jadi tidak ikut,” kata Humas PT Angkasa Pura I Edmundos Priyono saat dihubungi detikcom.

Pesawat yang berangkat dari Bandara Juanda pukul 08.21 WIB dengan mengangkut penumpang 47 orang dari Surabaya ini sebenarnya telah take off dengan mulus menuju Singapura. Namun pada pukul 08.45 WIB, pesawat harus balik ke Surabaya karena mengalami gangguan suara bising alias noise di bagian kokpit. (gik/sss)

GA 602 Delay Beda Pesawat dengan GA 602 Pecah Ban

•May 16, 2007 • Leave a Comment

20/04/2007 12:34 WIB
GA 602 Delay Beda Pesawat dengan GA 602 Pecah Ban
Ken Yunita – detikcom

Jakarta – Garuda dengan nomor penerbangan GA 602 mengalami pecah ban, lalu seminggu kemudian mengalami delay. Namun ternyata pesawatnya berbeda, baik jenis maupun registrasinya.

Pesawat yang mengalami pecah ban di Bandara Hasanuddin, Makassar, Sulsel, pada 12 April 2007, memiliki registrasi PK-GWK. Sedangkan registrasi pesawat yang mengalami delay berkali-kali di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Jumat (20/4/2007), beregistrasi PK-GGQ.

Tidak hanya itu, jenis pesawat pun berbeda. Insiden pecah ban dialami pesawat berjenis Boeing 737-400. Sedangkan pesawat yang ditunda hingga 4 jam adalah Boeing 737-300.

Jadi hanya nomor penerbangan saja yang sama, yakni GA 602, dengan rute Jakarta – Makassar – Manado.

Pesawat yang ditunda seharusnya telah take off pukul 07.45 WIB. Namun hingga pukul 11.50 WIB, pesawat itu belum juga diberangkatkan.

Menurut salah satu penumpang bernama Legiman Misdiyono, petugas bandara hanya mengatakan ada gangguan teknis. “Belum tahu nih mau berangkat jam berapa. Dari tadi hanya ditunda terus,” keluh Legiman kepada detikcom.

Namun gangguan teknis apa yang dimaksud, belum diketahui. Telepon Pelayanan Garuda di Bandara Soekarno-Hatta yang dihubungi berkali-kali tidak diangkat. Sementara Kepala Humas Garuda Pujobroto tidak menjawab saat dihubungi melalui ponselnya. (ken/sss)

Dulu Pecah Ban, Garuda GA 602 Kini Delay 3 Kali

•May 16, 2007 • Leave a Comment

20/04/2007 10:50 WIB
Dulu Pecah Ban, Garuda GA 602 Kini Delay 3 Kali
Ken Yunita – detikcom

Jakarta – Ingat kasus pecah ban GA 602 saat mendarat di Bandara Hasanuddin, Makassar, Sulsel? Kali ini pesawat milik Garuda dengan nomor penerbangan yang sama mengalami delay hingga 3 kali. Apakah pesawatnya juga sama?

Pesawat dengan rute Jakarta – Makassar – Manado ini dijadwalkan take off pukul 07.45 WIB, Jumat (20/4/2007).

“Tapi penerbangan delay hingga pukul 08.45 WIB. Katanya sih karena alasan teknis,” kata salah seorang penumpang bernama Legiman Misdiyono kepada detikcom.

Penumpang pun menunggu di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Tangerang, Banten. Namun mereka kembali harus kecewa karena penerbangan mereka harus ditunda kembali sekitar 1,5 jam hingga pukul 10.15 WIB.

“Gimana nggak kesel, tapi mau gimana lagi,” gerutu pria yang akrab disapa LG ini.

Dituturkan dia, sejumlah penumpang memilih menunggu sambil mengisi perut di kafe atau lounge yang tersedia di bandara. Sementara yang lainnya memilih menunggu di ruang tunggu sambil beristirahat.

Meski belum bisa dipastikan penerbangan tidak akan ditunda lagi, namun penumpang masih sabar menunggu.

Pihak Garuda belum bisa dimintai keterangan mengenai penundaan berkali-kali ini. Telepon Pelayanan Garuda di Bandara Soekarno-Hatta tidak diangkat. Sementara Kepala Humas Garuda Pujobroto saat dihubungi melalui ponselnya tidak menjawab.

Pesawat Garuda GA 602 jenis Boeing 737-400 beregistrasi PK-GWK pernah mengalami masalah pada 12 April 2007. Setelah take off dari Bandara Soekarno-Hatta dan melakukan airbone, pesawat bergetar, namun lampu indikator normal.

Ternyata oh ternyata, roda sebelah kiri bagian dalam mengalami pecah ban. Pendaratan di Bandara Hasanuddin sempat terhambat. Pesawat melakukan holding (berputar-putar) di atas bandara selama 20-30 menit. Namun akhirnya pesawat yang dipiloti Kapten Adi Nasai itu bisa mendarat selamat.

Pesawat kemudian dibawa ke hanggar untuk diperbaiki. Tapi ternyata sekarang… pesawat dengan nomor penerbangan yang sama bermasalah lagi rupanya. Namun belum diketahui apakah masih menggunakan pesawat yang sama. (ken/sss)

Ada Noise Saat Mengangkasa, Garuda GA 842 Balik ke Surabaya

•May 16, 2007 • Leave a Comment

04/05/2007 10:18 WIB
Ada Noise Saat Mengangkasa, Garuda GA 842 Balik ke Surabaya
Irawulan – detikcom

Surabaya – Baru sekitar 20 menit mengudara menuju Singapura, pesawat Garuda GA 842 harus balik ke Bandara Juanda, Surabaya, Jawa Timur. Ada noise (bunyi gaduh) di dalam kokpit.

Pesawat berangkat dari Bandara Juanda pukul 08.21 WIB, Jumat (4/5/2007) dengan mengangkut penumpang 47 orang. Take off berlangsung dengan mulus. Namun pukul 08.45 WIB pesawat tiba-tiba harus balik ke Surabaya.

“Ada gangguan suara noise di bagian kokpit, sehingga pilot memutuskan balik ke Juanda, istilahnya return to base,” kata Humas PT Angkasa Pura I Edmundos Priyono kepada detikcom pukul 09.50 WIB.

Pesawat itu akhirnya harus ‘istirahat’ di Bandara Juanda untuk diperbaiki. 47 Penumpang masih berada di Bandara Juanda. Mereka menunggu perbaikan pesawat.

“Untuk mengalihkan ke pesawat lain tidak semudah penerbangan domestik. Sekarang pesawat masih dalam perbaikan,” jelas Edmundos. (gik/sss)

Garuda Citilink Mogok 15 Jam, Uang Tiket Dikembalikan 100%

•May 16, 2007 • Leave a Comment

13/04/2007 14:12 WIB
Garuda Citilink Mogok 15 Jam, Uang Tiket Dikembalikan 100%
Budi Sugiharto – detikcom

Surabaya – Gara-gara Garuda Citilink mogok selama 15 jam di bandara Juanda, Surabaya, sekitar 20 penumpang membatalkan penerbangannya dan berganti terbang dengan pesawat maskapai lain. Uang tiket mereka dikembalikan 100 persen.

Pesawat naas ini merupakan pesawat rute Surabaya-Mataram dengan nomor penerbangan 040. Pesawat ini mogok, karena mengalami masalah mesin bagian kanan.

“Karena mereka tidak sabar, kita sudah kembalikan uang tikernya penuh. Jumlah tidak banyak, sekitar 20 orangan,” kata General Manager Garuda Indonesia Cabang Surabaya Nasrizal ketika dihubungi detikcom, Jumat (13/4/2007).

Sementara jumlah penumpang yang tetap setia menanti penerbangan dengan pesawat yang sama, kata Nasrizal, masih cukup banyak.

“Soalnya kan maskapai lainnya juga penuh. Tadi yang terbang dengan pesawat kita setelah diperbaiki masih banyak. Jam 12.15 WIB tadi sudah terbang ke Mataram,” tandas Nasrizal.

Nasrizal membantah pihaknya telah menelantarkan 145 penumpang yang menunggu sejak Kamis (12/4/2007) pukul 19.50 Wib. Sebab hingga Jumat pagi sejumlah penumpang hanya bisa bertahan di ruang tunggu bandara.

“Kita akui bahwa ada penumpang yang menolak kita istirahatkan di Hotel Sinar Sedati. Mereka ada yang minta di Hyatt Hotel. Tapi tadi pagi sarapan untuk penumpang ada kok,” kilahnya. (gik/asy)