Replikasi database mysql

Jika sering berhubungan dengan database, apalagi yg datanya sering di perbaharui, kebutuhan backup data adalah menjadi hal yg krusial. Proses update berbading lurus dengan seberapa sering data yg disimpan tsb di update dan juga seberapa penting data yg disimpan sehingga diharuskan untuk meminimalisir kehilangan data pada saat sistem database mengalami kegagalan (crash).

Ada satu metoda yang dapat digunakan untuk memastikan data yang dihasilkan adalah dari data paling akhir sebelum terjadinya kegagalan sistem. Metoda tersebut disebut  replikasi database (database replication).  Replikasi (replication) adalah sebuah cara yg dilakukan untuk mengkonfigurasi database MySQL utama (Master) memiliki cadangan yg disebut MySQL database cadangan (Slave).

Replikasi membutuhkan 2 mesin atau lebih. Bisa ditempatkan dalam satu area maupun pada remote area. Alasan menggunakan lebih dari satu mesin adalah ketika Master Database mati, maka Slave Database bisa menggantikan posisi Master untuk menggantikan posisinya sehingga selalu ada satu database sistem yang bekerja untuk memenuhi kebutuhan aplikasi yang menggunakan database tersebut. Dalam Replikasi, kita akan membaginya sebagai Master dan Slave. Master adalah yang bertindak sebagai pemeran utama sedangkan Slave menjadi pemeran pengganti dalam suatu sistem database. Kedua mesin tersebut harus memiliki Mysql Server yang berjalan dan kedua Sistem tersebut harus bisa saling berhubungan. Nantinya diperlukan privileges setingkat root pada kedua sistem untuk dapat melakukan administrasi pada kedua mesin.

Advertisement

~ by admin on May 1, 2009.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.